Dokter Tuna Netra Pertama Di Dunia”
Top-motivator.com --- Dokter Tuna Netra Pertama Di Dunia. Jangan jadikan kekurangan menjadi alasan pembenaran untuk gagal. Jangan salahkan keadaan, orang lain, cuaca, atau apapun juga untuk membenarkan diri anda sendiri.
David W Hartman harus menerima kenyataan pahit di dalam hidupnya. Pada usia delapan tahun, dia mengalami kebutaan. Dari sebelumnya mampu melihat keindahan ciptaan Tuhan menjadi hanya melihat di dalam kegelapan.
Tetapi, kebutaan tidak menjadikan masa depan David W Hartman juga menjadi suram. Justru, penyandang tuna netra ini tetap berhasrat untuk menggapai impiannya yaitu menjadi seorang dokter.
Tantangan Dokter Tuna Netra Pertama Di Dunia
Meski harus menghadapi berbagai kendala, David W Hartman tetap rajin belajar. Bagi David W Hartman kebutaan merupakan salah satu anak tangga yang akan membawanya ke puncak sukses.
![]() |
Dokter Tuna Netra Pertama Di Dunia |
Pada saat
mendaftar di Fakultas Kedokteran Universitas Temple, dia mendapat sebuah
kenyataan bahwa belum pernah ada orang buta yang lulus kedokteran. David tidak
menyerah dengan keadaan ini, malah justru informasi ini menjadi cambuk baginya
untuk terus maju.
Rekomendari Bacaan bagi Sahabat Top Motovator:
Rekomendari Bacaan bagi Sahabat Top Motovator:
Saat David
akhirnya diterima di Universitas Temple. Masalah baru harus segera dituntaskannya, mengingat pada masa itu, tidak
ada buku-buku teks braille untuk kedokteran.
Dukungan bagi Dokter Tuna Netra Pertama Di Dunia
Nah, DavidW Hartman mengatasi kesulitan ini dengan cara meminta bantuan organisasi rekaman bagi
tuna netra. Organisasi ini mau merekam lebih dari dua puluh lima buku teks
lengkap yang digunakan oleh David selama kuliah kedokteran.
Usaha David
yang penuh dengan perjuangan dan kerja keras akhirnya berbuah manis. Pada usia
dua puluh sembilan tahun, David W Hartman, berhasil mengukir sejarah dalam dunia kedokteran, yaitu menjadi dokter tuna netra pertama di dunia.
Dokter Tuna Netra Pertama Di Dunia |
Rekomendasi Dokter Tuna Netra Pertama Dunia
Hanya karena sebelumnya belum ada dokter tuna netra, bukan berarti seorang tuna netra mustahil menjadi dokter. Hanya karena sebelumnya belum ada buku braile, bukan berarti seorang tuna netra tidak memiliki solusi yang sama sekali.
Dengan kreatif, David W Hartman justru melibatkan sukarelawan untuk membuat rekaman bagi dirinya. Kesadaran untuk meminta tolong sekaligus menjalin sinergi dan kolaborasi dengan pihak yang peduli menunjukkan bahwa David W Hartman tahu bahwa puncak sukses tidak akan mungkin diraih dengan kekuatan sendiri.
Sahabat Top Motivator......Rintangan
dan tantangan adalah jalur yang lumrah menuju puncak sukses. Sesulit apapun masalah yang ada, tetaplah berjuang untuk mencari solusi. Dengan melibatkan Tuhan di dalam rencana apapun, dengan meminta pertolongan dan sinergi kepada pihak lain yang peduli, maka kita akan bisa sampai di puncak sukses.
“Jadi apapun masalah yang ada, selama kita berusaha, maka
pasti ada solusinya. ”
Tidak ada komentar